Cara menggunakan kalkulator pesangon
- Pilih status karyawan: tetap (PKWTT) atau kontrak (PKWT).
- Untuk karyawan tetap, pilih alasan PHK. Alasan sangat menentukan besarnya pesangon.
- Isi upah terakhir (upah pokok + tunjangan tetap) dan tanggal mulai bekerja serta tanggal PHK.
- Isi sisa cuti yang belum diambil dan ongkos pulang jika ada.
Kalkulator menampilkan rincian setiap komponen, pajak yang dipotong, dan jumlah bersih yang Anda terima.
Komponen hak PHK
Menurut Pasal 40 PP 35/2021, hak akibat PHK terdiri dari tiga komponen:
1. Uang pesangon (UP)
| Masa kerja | Uang pesangon |
|---|---|
| Kurang dari 1 tahun | 1 bulan upah |
| 1 – kurang dari 2 tahun | 2 bulan upah |
| 2 – kurang dari 3 tahun | 3 bulan upah |
| 3 – kurang dari 4 tahun | 4 bulan upah |
| 4 – kurang dari 5 tahun | 5 bulan upah |
| 5 – kurang dari 6 tahun | 6 bulan upah |
| 6 – kurang dari 7 tahun | 7 bulan upah |
| 7 – kurang dari 8 tahun | 8 bulan upah |
| 8 tahun atau lebih | 9 bulan upah |
2. Uang penghargaan masa kerja (UPMK)
| Masa kerja | UPMK |
|---|---|
| 3 – kurang dari 6 tahun | 2 bulan upah |
| 6 – kurang dari 9 tahun | 3 bulan upah |
| 9 – kurang dari 12 tahun | 4 bulan upah |
| 12 – kurang dari 15 tahun | 5 bulan upah |
| 15 – kurang dari 18 tahun | 6 bulan upah |
| 18 – kurang dari 21 tahun | 7 bulan upah |
| 21 – kurang dari 24 tahun | 8 bulan upah |
| 24 tahun atau lebih | 10 bulan upah |
3. Uang penggantian hak (UPH)
Meliputi cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur, ongkos pulang ke tempat Anda diterima bekerja, serta hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.
Pengali pesangon menurut alasan PHK
| Alasan PHK | Pesangon | UPMK | Pasal |
|---|---|---|---|
| Efisiensi karena merugi | 0,5× | 1× | 43 (1) |
| Efisiensi mencegah kerugian | 1× | 1× | 43 (2) |
| Merger/peleburan/pemisahan | 1× | 1× | 41 |
| Perusahaan tutup karena merugi | 0,5× | 1× | 44 (1) |
| Perusahaan tutup bukan karena merugi | 1× | 1× | 44 (2) |
| Force majeure, perusahaan tutup | 0,5× | 1× | 45 (1) |
| Force majeure, tidak tutup | 0,75× | 1× | 45 (2) |
| Perusahaan pailit | 0,5× | 1× | 47 |
| Pelanggaran setelah SP 3 | 0,5× | 1× | 52 (1) |
| Sakit berkepanjangan > 12 bulan | 2× | 1× | 55 |
| Pensiun | 1,75× | 1× | 56 |
| Meninggal dunia | 2× | 1× | 57 |
| Mengundurkan diri | – | – | 50 |
Karyawan yang mengundurkan diri, mangkir, atau melakukan pelanggaran mendesak tidak mendapat pesangon dan UPMK. Mereka tetap berhak atas uang penggantian hak dan uang pisah sesuai aturan perusahaan.
Contoh perhitungan
Karyawan tetap dengan upah Rp10.000.000 dan masa kerja 7 tahun 8 bulan terkena PHK efisiensi karena perusahaan merugi:
- Uang pesangon: 0,5 × 8 bulan × Rp10.000.000 = Rp40.000.000
- UPMK: 1 × 3 bulan × Rp10.000.000 = Rp30.000.000
- Total: Rp70.000.000
- PPh 21 final: 0% × Rp50 juta + 5% × Rp20 juta = Rp1.000.000
- Diterima bersih: Rp69.000.000
Pajak pesangon
Pesangon yang dibayar sekaligus dikenai PPh 21 final sesuai PP 68/2009:
| Jumlah bruto | Tarif |
|---|---|
| Sampai Rp50 juta | 0% |
| Rp50 juta – Rp100 juta | 5% |
| Rp100 juta – Rp500 juta | 15% |
| Di atas Rp500 juta | 25% |
Karyawan kontrak (PKWT)
Karyawan kontrak tidak mendapat pesangon, tetapi berhak atas uang kompensasi saat kontrak berakhir (Pasal 15–16 PP 35/2021):
Uang kompensasi = masa kerja (bulan) ÷ 12 × 1 bulan upah
Kontrak 12 bulan berarti 1 bulan upah, sedangkan kontrak 6 bulan berarti setengah bulan upah. Kompensasi juga wajib dibayar jika kontrak diakhiri sebelum waktunya, dihitung dari masa kerja yang sudah dijalani.
Perubahan aturan: UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Pada 6 Oktober 2026, DPR mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan sebagai tindak lanjut Putusan MK 168/PUU-XXI/2023. Menurut pemerintah, UU ini menghapus pengali pesangon 0,5× sehingga pesangon minimal 1× ketentuan. Namun, aturan tersebut baru berlaku sekitar satu tahun setelah ditetapkan, dan naskah finalnya belum dipublikasikan. Sampai saat itu, PP 35/2021 tetap menjadi acuan. Gunakan opsi simulasi di kalkulator untuk melihat perbandingannya.
Catatan: Untuk usaha mikro dan kecil, besaran pesangon ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja (Pasal 59 PP 35/2021), sehingga bisa berbeda dari hasil kalkulator ini.
Hasil kalkulator ini adalah estimasi berdasarkan ketentuan minimal. Perjanjian kerja bersama atau kesepakatan dengan perusahaan bisa memberikan jumlah lebih besar. Jika terjadi perselisihan, hubungi Dinas Tenaga Kerja setempat.