Cara menggunakan kalkulator KPR
- Masukkan harga properti yang ingin Anda beli.
- Isi uang muka (DP) dalam persen. DP 20% dari rumah Rp500 juta berarti Rp100 juta.
- Pilih tenor, yaitu lama cicilan dalam tahun (umumnya 10–25 tahun).
- Isi bunga fixed dan lama masa fixed sesuai penawaran bank.
- Isi perkiraan bunga floating setelah masa fixed berakhir.
Hasil langsung muncul tanpa perlu menekan tombol. Buka tabel angsuran untuk melihat sisa pinjaman tiap tahun.
Rumus cicilan KPR (metode anuitas)
Hampir semua bank di Indonesia memakai metode anuitas, yaitu cicilan per bulan sama besar selama bunganya tidak berubah:
Cicilan = P × r ÷ (1 − (1 + r)^−n)
- P = pokok pinjaman (harga rumah − DP)
- r = bunga per bulan (bunga tahunan ÷ 12)
- n = jumlah bulan cicilan
Di awal masa kredit, sebagian besar cicilan dipakai untuk membayar bunga. Porsi pokok makin besar menjelang akhir tenor.
Waspadai lonjakan cicilan saat floating
Bunga fixed yang rendah sering menjadi daya tarik promo KPR. Setelah masa fixed selesai, bunga berubah menjadi floating yang mengikuti pasar dan biasanya jauh lebih tinggi. Akibatnya cicilan bisa naik signifikan.
Tips: Pastikan cicilan pada masa floating tetap di bawah 30% penghasilan Anda, bukan hanya cicilan pada masa promo.
Tips agar KPR lebih ringan
- Perbesar DP. Pokok pinjaman lebih kecil berarti total bunga jauh lebih rendah.
- Bandingkan bunga floating, bukan hanya promo fixed. Tanyakan riwayat bunga floating bank tersebut.
- Pertimbangkan pelunasan sebagian (partial prepayment) saat ada dana lebih, dan cek biaya penaltinya.
- Perhitungkan biaya lain: provisi, administrasi, appraisal, asuransi, notaris, dan BPHTB.
Hasil kalkulator ini adalah estimasi. Angka final ditentukan oleh bank berdasarkan analisis kredit Anda.